Translate

Minggu, 28 Oktober 2012

PENSIL


A. Pensil
          Siswa yang belajar menggambar dan para juru gambar hendaknya mempunyai perlengkapan suatu pilihan pensil yang baik dan diruncingkan dengan benar, dengan ujung dari berbagai derajat kekerasan, seperti misalnya , 9 H, 8 H, 7H dan 6 H, ( hard=keras); 5H, dan 4 H (kerasnya sedang); 3H, dan 2 H (sedang) dan H serta F (lunaknya sedang).
Mutu pensil  yang harus di gunakan untuk berbagai  tujuan tergantung dari jenis garis yang di inginkan, jenis kertas yang dipergunakan dan kelembabpan yang mempengaruhi permukaan kertas. Biasanya standar kualitas garis  akan berpengaruh atas pilihan, akan tetapi bagi juru gambar hendaknya menyediakan sebuah pensil 6H untuk garis konstruksi tipis dalam pekerjaan bagan susunan di mana diperlukan kecermatan, sebuah pensil 4 H untuk menggaris ulang garis jadi ( garis ukuran, garis sumbu dan garis obyek tak tampak), sebuah pensil 2 H untuk garis obyek tampak, dan F atau H untuk semua pembentukan huruf dan pekerjaan tangan saja.

















Jenis-jenis pensil yang di gunakan untuk menggambar

B. Meruncingkan Pensil
Dalam meruncingkan pensil banyak orang menyukai  runcing konik untuk pemakaian umum, sedangkan yang lainnya,menggangap runcing baji lebih cocok untuk membuat garis lurus, sebab tidak banyak memerlukan banyak peruncingan dan membuat garis lebih tebal.
Ketika meruncingkan sebuah pensil kayu hendaknya diraut dengan pisau atau dengan peraut pensil yang dilengkapi dengan ujung pisau raut, kurang lebih 10 mm,dari ujung pensil  hendaknya di raut telanjang dan hendaknya merupakan suatu rautan, termasuk kayunya, sepanjang kira-kira 40 mm. Setelah itu, ujung pensil dibentuk menjadi ujung konik dengan alat peruncing, jika menginginkan peruncingan ujung baji maka ujung pensil di potong dengan pisau denga kemiringan kira- kira 45 derajat.







Cara meruncingkan pensil untuk menggambar

C. Menarik Garis Pensil
Garis pensil hendaknya tajam dan seragam pada seluruh panjangnya dan cukup jelas untuk memenuhi  tujuan pokoknya. Garis konstruksi (garis pendahuluan) hendaknya ditarik garis yang sangat tipis sehingga mudah untuk dihapus dan tidak meninggalkan bekas pada kertas gambar.  Garis jadi hendaknya dibuat tebal dan jelas sehingga terdapat kontras yang nyata antara garis obyek tampak dan garis obyek tak tampak,serta garis bantu, seperti misalnya garis ukuran, garis sumbu dan garis arsir. Untuk  memberikan kontras ini yang perlu, supaya terang dan mudah dibaca, garis obyek hendaknya seragam lebarnya dan sangat hitam, garis tak tampak hitam dan tidak terlampau lebar dan gari bantu gelap dan tipis
Ketika menarik pensil, pensil dimiringkan kurang lebih 60 derajat , dalam arah di mana garis sedang di tarik. Pensil hendaknya “ditarik” ( jangan sekali-kali di dorong) dengan kemiringan yang sama pada seluruh panjang garis atau sebagian dari garis,hal ini akan menyebabkan kurang meratanya  ketebalan garis. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar